Padakajian tafsir kali ini Ustadz Badrusalam akan membawakan pembahasan tentang "Tafsir Surat Al-Insan Ayat 5-17". (Download juga kajian sebelumnya: "Tafsir Surat Al-Qiyamah Ayat 26-40 dan Surat Al-Insan Ayat 1-8") Download Kajian Tafsir Al-Muyassar: Tafsir Surat Al-Insan Ayat 5-17 2HOsK. Tafsir Jalalayn Tafsir Quraish Shihab Diskusi Bukankah artinya, sesungguhnya telah datang atas manusia Nabi Adam satu waktu dari masa empat puluh tahun sedangkan dia belum merupakan ketika itu sesuatu yang dapat disebut maksudnya, Nabi Adam selama empat puluh tahun masih tetap berbentuk tanah dan bukan berarti apa-apa. Atau bila yang dimaksud dengan manusia adalah jenis manusia selain dia, maka yang dimaksud dengan lafal Al-Hiin atau masa ialah masa mengandung, jadi bukan empat puluh tahun. [[76 ~ AL-INSAN MANUSIA Pendahuluan Madaniyyah, 31 ayat ~ Dalam surat ini dibicarakan perihal penciptaan dan cobaan kepada umat manusia yang berpotensi untuk bersyukur kepada Allah atau mengingkari-Nya. Balasan yang akan diberikan kepada orang-orang kafir, dalam surat ini, dibicarakan secara global. Sementara mengenai kenikmatan-kenikmatan yang Allah karuniakan kepada orang-orang Mukmin dipaparkan secara lebih rinci. Surat ini kemudian mengkhususkan pembicaraan kepada Rasulullah saw. yang dikaruniai al-Qur'ân. Rasul diperintahkan agar bersabar dan selalu melakukan ketaatan. Surat ini juga memuat peringatan bagi mereka yang mencintai kehidupan dunia dengan tidak mempedulikan akhirat. Dibicarakan pula mengenai ayat-ayat yang dapat dijadikan sebagai nasihat dan peringatan dengan kehendak Allah. Sesungguhnya rahmat dan azab Allah akan diberikan sesuai dengan kehendak dan kemahakuasaan-Nya.]] Sungguh, manusia telah melewati suatu masa sebelum ditiupkan ruh ke dalam dirinya. Ketika itu, manusia adalah sesuatu yang tak bernama dan belum diketahui akan diperlakukan apa. Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir Admin Submit 2015-04-01 021332 Link sumber Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman memberitahukan tentang manusia, bahwa Dia mengadakannya setelah sebelumnya ia manusia sebagai sesuatu yang belum bisa disebut karena hina dan lemahnya. Syaikh As Sa’diy berkata, “Allah menyebutkan dalam surah yang mulia ini keadaan pertama manusia; awalnya, pertengahannya dan akhirnya. Allah menyebutkan bahwa telah berlalu atasnya masa yang panjang yaitu sebelum ia terwujud, sedangkan ia dalam keadaan tidak ada, bahkan tidak bisa disebut. Kemudian ketika Allah Subhaanahu wa Ta'aala hendak menciptakan manusia, Dia menciptakan bapak mereka, yaitu Adam dari tanah, kemudian menjadikan keturunannya secara berturut-turut dari mani yang bercampur, yakni air yang hina dan dipandang Sumber Bimas Islam, Kementerian Agama RI. Selengkapnya Manusia 31 Ayat وَيُØÙŽØ§ÙÙ عَلَيْهِمْ بِاٰنِيَةٍ Ù…Ùِنْ فِضÙَةٍ ÙˆÙَاَكْوَابٍ كَانَتْ Ù‚ÙŽÙˆÙŽØ§Ø±ÙÙŠÙ’Ø±ÙŽØ§Û Ù¡Ù¥ 76-15 Diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan gelas-gelas yang sangat bening kacanya, Tafsir 15-16. Setelah berbicara aneka fasilitas surga, kini giliran hidangan bagi para penghuni surga. Dan kepada mereka diedarkan oleh para pelno_ayatn surga bejana-bejana tempat minum yang terbuat dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal, kristal yang jernih terbuat dari perak saking jernihnya isinya nampak dari luar, mereka tentukan ukurannya yang sesuai dengan kehendak mereka, untuk disuguhkan bagi penghuni surga.